Ar-Razi, Sang Perintis Ilmu Kedokteran Islam...
Tahukah kamu siapa yang menemukan sabun yang kini sudah
berbagai macam jenisnya?Tahukah kamu siapa yang pertama kali menemukan penyakit
campak dan cacar? Dia adalah ilmuwan Islam loh! Ya, dia adalah Ar-Razi. Dan tahukah
kamu siapa Ar-Razi itu?
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi. Lahir pada tahun 865 di Ray,Teheran,Iran. Sejak remaja ia sudah tertarik pada bidang ilmu pengentahuan, terutama kimia dan ilmu kedoteran. Ketenarannya dalam bidang kedokteran sebanding dengan dengan Ibnu Sina pada abad pertengahan dan masa renaisans Eropa.
Dahulu ia seorang ahli kimia sebelum mendalami ilmu kedokteran. Seiring berjalannya waktu kemampuan pandangannya mulai menurun,karena terlalu banyak bereksperimen dan sering berhubungan dengan benda-benda kimia. Hal ini mendorongnya untuk mendalami ilmu kedokteran dan obat-obatan. Ia menemukan hasil yang mengagumkan dan membuat karya tulis tentangnya.
Karya ciptaan Ar-Razi sebuah buku yang berjudul al-mansuri, membahas masalah anatomi, fisiologi, makanan, obat-obatan sederhana, pencegahan penyakit, penyakit kulit, operasi,racun, hingga sakit demam. Buku lainnya berjudul Kitab Al-Asrar, berisi informasi mengenai bidang farmakologi. Buku ini diterjemahkan oleh Gerard of Ceremona untuk digunakan pada kedokteran dunia Barat hingga abad ke-19.
Karya lainnya yang berjudul
al-Judari wa al-Hasbah, menerangkan
tentang cacar dan campak. Buku itu merupakan buku pertama tentang cacar dam
campak yang diterjemahkan dalam bahasa Eropa dan bahasa-bahasa lainnya.
Kitab al-Hawi merupakan karya besar Ar-Razi yang berisi penjelasan lengkap tentang obat-obatan pada masa itu. Buku ini dijadikan pegangan dasar kuliah di berbagai Universitas di Eropa hingga abad ke-16. Tidak hanya mempelajari kimia dan ilmu kedokteran, Ar-Razi juga mendalami Islam. Mafatih al-Ghaib merupakan buku yang berisi tafsiran Al-Qur’an. Buku ini menjadi standard bagi penerjemah Al-Qur’an selama berabad-abad.
Ar-Razi telah membuahkan banyak karya tulis dan pencaiannya dalam ilmu kimia menjadi acuan pertama dalam bidang pengetahuan ini. Ar-Razi wafat di Ray, Iran, pada tahun 925.
